Pangeran Separuh Malaikat

Aku ingat cahaya putih setelah taksi itu mendekat dan menghantamku. Aku tidak yakin. Aku tidak merasa sakit. Tapi aku ingat perasaan ringan, seperti terbang. Lalu aku melihat lagi ke bawah. Ke badanku yang tertelungkup di atas taksi biru.

Lalu ia mendekat. Tidak tahu siapa dia atau apa namanya. Tapi ia bilang, ‘Ayo, mari menunggu’.  Continue reading