Masuk ke dalam gedungnya, saya merasa seolah menjadi semut kecil di hadapan pilar-pilar khas Yunani yang mengawal pintu besar berkaca. Sekilas saya menoleh ke arah pintu raksasa tersebut dari atas anak tangga terakhir yang saya naiki sebelum saya benar-benar berada di lobi. Saya tiba-tiba menyadari bahwa pilar di luar, pintu, dan lampu kecil yang menggantung di foyer ternyata merupakan tiga buah elemen yang diatur sedemikian rupa hingga berada pada sebuah jalur simetris yang sempurna. Pikir saya, ‘sempurna…ini dia Indies di Surabaya modern’.
Hari itu saya berkesempatan mengunjungi beberapa gedung cagar budaya di Surabaya. Lokasinya di wilayah Surabaya Utara yang notabene merupakan wilayah Surabaya lama. Jika ada waktu, berkendara ke arah utara kota Surabaya anda akan temui cantiknya arsitektur kolonial di wilayah kota tua kota ini. Meski terkadang banyak diantara gedung-gedung cantik tersebut yang sekarang terbengkalai dan tidak terurus, namun tidak demikian faktanya untuk gedung cantik yang saya kunjungi hari itu, gedung PTPN XI. Continue reading →